Surely.. My Prayer, My Sacrifice, My Life And My Death, Are All For Allah.. The Lord Of The World..

Sunday, 12 February 2012

Where There's A Will, There's A Way


After a long time finding a very unique secret without thinking of tired, at last i found it.
Willing to stay up till midnight and stared at my lappy for few hours, making some research and finally, its work!
Little efforts give large reward isnt it?.

Well, “all good things come to those who wait”
**Means patience brings rewards**

Never forget to pray and seek to Him the thing we wish.

 mintalah kamu dari Allah dari anugerahnya. Sesungguhnya Allah senang untuk diminta.
(HR Tirmizi dan Abu Nuaim)

Thanks to Him for the gift.

Di mana ada kemahuan, di situ sentiasa ada jalan. :)
Alhamdulillah. ^^

p/s : satisfied!


19 Rabiulawwal 1433H
Kg. Air Hitam,
Kuantan Pahang



 

Monday, 6 February 2012

Datang Untuk Membunuh


Diceritakan bahawa suatu saat, Rasulullah SAW terlelap sendirian di bawah pohon. Da’sur, seorang penunggang kuda yang sangat memusuhi Rasulullah SAW datang menghampirinya. Terganggu oleh suara berisik, Rasulullah membuka kedua matanya dan melihat sebilah pedang mengkilap terhayun-hayun tepat di atas kepala baginda.

“Siapa yang akan melindungimu sekarang?” bentak Da’sur kasar dan mengejek.
“Allah,” jawab Rasulullah SAW tenang dan penuh percaya diri.

Da’sur tersentak oleh jawaban yang sangat tenang itu. Tubuhnya bergetar hingga membuat pedangnya lepas dari tangan. Rasulullah SAW bangkit, lalu memungut pedang itu seraya bertanya, “Siapa yang akan melindungimu sekarang?”
“Tidak ada,” jawab ksatria musyrik itu.

“Ada,” kata Rasulullah SAW, “Allah juga yang akan melindungimu. Ambil kembali pedangmu, dan pergi dari sini!”

Sang ksatria yang keheranan itu beranjak pergi, namun tidak lama kemudian ia melangkah kembali ke arah Rasulullah SAW dan menyatakan masuk Islam.

Wallahua'lam bishawab ~



Taken From : Somewhere

13 Rabiulawwal 1433H
Kg. Air Hitam,
Kuantan Pahang.


Sunday, 5 February 2012

Rasulullah saw Dan Wanita Tua


Tersebutlah seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun tampak sangat kepayahan, namun ia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian, seorang laki-laki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanitu malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Laki-laki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.
“Senang sekali kamu mau membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu. Ternyata ia adalah seorang wanita yang senang berbicara. Laki-laki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum tanpa pernah menginterupsinya. Suatu saat dia berkata pada laki-laki tersebut, “Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya hanya punya satu permintaan. Jangan berbicara apapun tentang Muhammad! Gara-gara dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu dengan pemikirannya. Jadi sekali lagi, jangan berbicara apapun tentang Muhammad!”.
Dia lalu melanjutkan lagi, “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan  suku yang terpercaya, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang-orang dengan mengatakan bahwa tuhan itu satu.”
“Dia menjerumuskan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalannya,” wanita itu melanjutkan dengan kesal. “Dia merusak anak-anak muda dengan memutarbalikkan kebenaran. Dia meyakinkan mereka bahwa mereka kuat dan bahwa ada suatu tujuan yang bisa diraih. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu berbicara tentang Muhammad!”
Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Laki-laki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. Yang ada hanya masalah.”
Pada saat laki-laki itu berbalik menjauh, wanita itu menghentikannya, “Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?” Lalu laki-laki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati.
“Maaf, apa yang kamu bilang? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak bisa mendengar dengan baik. Kelihatannya lucu, saya pikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”
Saya Muhammad,” laki-laki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu.
Wanita itu terpaku memandangi Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya, “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.
Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat.
Betapa agungnya pribadi beliau.

Wallahua'lam bishawab

 
Taken From : Somewhere

 
12 Rabiulawwal 1433H
Kg. Air Hitam,
Kuantan Pahang.

Saturday, 4 February 2012

Cinta Kepada Rasulullah saw


Ketika Rasulullah saw tengah berjalan di pasar, baginda mendengar seorang hamba yang hendak dijual oleh tuannya berteriak-teriak. Katanya, “Siapa yang mahu membeliku, diharap jangan melarangku solat di belakang Rasulullah saw!!”  

Akhirnya hamba itu dibeli oleh seorang muslim penduduk kota Madinah, dan orang itu benar-benar menepati permohonan hambanya. Setiap kali Rasulullah bersolat maka hamba itu pasti berada di belakang baginda.

Pada suatu hari maka Rasulullah tidak melihat hamba itu lagi. Maka baginda bertanya kepada para sahabatnya, “ Ke mana anak muda itu? Mengapa dia tidak hadir di belakangku ketika aku solat?”

Para sahabat menjawab, “ Dia tengah berbaring sakit, ya Rasulullah.”

Mendengar berita itu, Rasulullah saw segera pergi ke rumah hamba tersebut untuk menjenguknya. Setibanya di pintu rumahnya, beliau mengetuk pintu, dan dari dalam beliau mendengar hamba itu bertanya, “ Siapakah di luar?”  Rasulullah segera menjawab, “Aku, Muhammad Rasulullah..!!”

Subhanallah, di saat kedatangan Rasulullah itu hamba itu meninggal dunia. Dia benar-benar wafat dalam husnul khatimah. Dia meninggal dunia di hadapan Rasulullah saw sehingga Rasulullah sempat mentalkinkan, memandikannya, menghafal dan menyolatinya.

Wallahua'lam~

Taken From : Somewhere

11 Rabiulawwal 1433
Kg. Air Hitam,
Kuantan Pahang.


Rasulullah saw Dan Pengemis Buta


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Rasulullah Muhammad SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai Baginda wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari, sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain adalah isteri Rasulullah SAW. Beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab, Wahai Ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum Ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke hujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik, Siapa kamu?!
Abubakar RA menjawab, Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Wallahua’lam~

Taken From : Somewhere




11 Rabiulawwal 1433H
MUIP's Hostel,
PeQan Pahang.

Friday, 3 February 2012

Patience Is Beautiful ~


When ourselves need to be strong.. our heart need to be patient.
Only patience can reduce the feeling of hatred.
Turn to Allah and leave it all to Him.
He knows everything..
Just need to be tough and find some strength to face all kind of problems around us.
Learn to find some piece of patience. Teach our heart to be patient.


Because patience is beautiful~


09 Rabiulawwal 1433H,
MUIP's Hostel,
PeQan Pahang.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...